Cari Blog

Tampilkan postingan dengan label DAJJAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DAJJAL. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2012

Keluar Dajjal Sebagai Tanda Hari Kiamat

Keluar Dajjal Sebagai Tanda Hari Kiamat.
penulis Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak
Syariah Kajian Utama 01 - Oktober - 2007 08:05:15

Setelah Imam Mahdi satu pertanda besar hari kiamat yg akan muncul adalah Dajjal. 

Dia berasal dari manusia dan merupakan sosok nyata. Kemunculan akan didahului dgn sejumlah peristiwa besar.

Di antara kewajiban seorang muslim adalah beriman kepada hari akhir dan apa yg akan terjadi sebelum dan setelahnya. Hari kiamat tdk ada yg mengetahui kapan terjadinya kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jibril ‘alaihissalam bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:


فَأَخْبِرْنِي عَنْ السَّاعَةِ. قَالَ: مَا الْمَسْئُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ


“Kabarkanlah kepadaku kapan terjadi hari kiamat?” 
Rasulullah menjawab “Orang yg dita tdk lbh tahu dari bertanya.”

Meskipun tdk ada yg mengetahui kecuali Dia namun Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya telah menerangkan tanda-tanda yg akan muncul sebelum terjadinya. 

Tanda-tanda hari kiamat ada dua; shugra dan kubra.

Tanda kiamat shugra banyak jumlahnya. Di antaranya yg disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dlm hadits Jibril:


قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَتِهَا. قَالَ: أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ


“ berkata: Kabarkan kepadaku tentang tanda-tandanya. 
Rasulullah menjawab: Budak perempuan melahirkan tuan dan kamu lihat orang yg telanjang kaki dan telanjang badan penggembala kambing berlomba-lomba meninggikan bangunan.”

Adapun tanda kiamat kubra di antara disebutkan dlm hadits Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu:


اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ. فَقَالَ: مَا تَذَاكَرُوْنَ؟ قَالُوا: نَذْكُرُ السَّاعَةَ. قَالَ: إِنَّهَا لَنْ تَقُوْمَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ. فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوْعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُوْلَ عِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَيَأَجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ وَثَلاَثَةَ خُسُوْفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيْرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ


Rasulullah melihat kami ketika kami tengah berbincang-bincang. 
Beliau berkata: “Apa yg kalian perbincangkan?” 
Kami menjawab: “Kami sedang berbincang-bincang tentang hari kiamat.” 
Beliau berkata: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian lihat sebelum sepuluh tanda.” 
Beliau menyebutkan: “Dukhan Dajjal Daabbah terbit matahari dari barat, turun ‘Isa ‘alaihissalam, Ya’juj dan Ma’juj dan tiga khusuf di timur di barat dan di jazirah Arab yg terakhir adalah api yg keluar dari Yaman mengusir mereka ke tempat berkumpul mereka.”

Di antara tanda kiamat kubra yg termaktub dlm hadits di atas adl keluar Dajjal. Pembahasan masalah keluar Dajjal merupakan pembahasan penting disebabkan beberapa faktor yg disebutkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu:

  1. Banyak orang yg menisbatkan diri kepada ilmu dan dakwah meragukan akan turun Nabi Isa ‘alaihissalam dan terbunuh Dajjal.
  2. Kebanyakan manusia tdk terbiasa membicarakan masalah keluar Dajjal dan turun ‘Isa bin Maryam ‘alaihissalam.

Dajjal Secara bahasa:

Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu dlm kitab beliau At-Tadzkirah bahwa lafadz Dajjal dipakai utk sepuluh makna. Di antaranya: Kadzdzab Mumawwih

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Dikatakan demikian krn dia adl manusia yg paling besar penipuannya.”
Dalam istilah syar’i:

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Seorang laki2 pendusta yg keluar di akhir zaman mengaku sebagai Rabb.”

Peringatan akan Keluar Dajjal

Para nabi telah memperingatkan akan keluar Dajjal. 
Diriwayatkan dariAbdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dia berkata:


قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي النَّاسِ فَأَثْنَى عَلَى اللهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ ذَكَرَ الدَّجَّالَ فَقَالَ: إِنِّي أُنْذِرُكُمُوْهُ وَمَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ قَدْ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ، لَقَدْ أَنْذَرَهُ نُوْحٌ قَوْمَهُ وَلَكِنْ سَأَقُوْلُ لَكُمْ فِيْهِ قَوْلاً لَمْ يَقُلْهُ نَبِيٌّ لِقَوْمِهِ، تَعْلَمُوْنَ أَنَّهُ أَعْوَرُ وَأَنَّ اللهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di hadapan manusia menyanjung Allah Subhanahu wa Ta’ala dgn sanjungan yg merupakan hak-Nya kemudian menyebut Dajjal dan berkata: “Aku memperingatkan kalian darinya. Tidaklah ada seorang nabi kecuali pasti akan memperingatkan kaum tentang Dajjal. Nuh ‘alaihissalam telah memperingatkan kaumnya. Akan tetapi aku akan sampaikan kepada kalian satu ucapan yg belum disampaikan para nabi kepada kaumnya: Ketahuilah dia itu buta sebelah mata adapun Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah demikian.”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:


أَلاَ أُحَدِّثُكُمْ حَدِيْثًا عَنِ الدَّجَّالِ مَا حَدَّثَ بِهِ نَبِيٌّ قَوْمَهُ؟ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّهُ يَجِيْءُ مَعَهُ بِمِثَالِ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ فَالَّتِي يَقُوْلُ إِنَّهَا الْجَنَّةُ هِيَ النَّارُ وَإِنِّي أُنْذِرُكُمْ كَمَا أَنْذَرَ بِهِ نُوْحٌ قَوْمَهُ


“Maukah aku sampaikan kepada kalian tentang Dajjal yg telah disampaikan oleh para nabi kepada kaumnya? Dia buta sebelah mata membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Yang dia katakan surga pada hakikat adl neraka. Aku peringatkan kepada kalian sebagaimana Nabi Nuh ‘alaihissalam memperingatkan kaumnya.”

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:


مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ وَقَدْ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ اْلأَعْوَرَ الْكَذَّابَ، أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَمَكْتُوْبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ك ف ر


“Tidak ada seorang nabi pun kecuali memperingatkan umat dari Dajjal. Buta satu mata pendusta. Ketahuilah dia buta. Adapun Rabb kalian tidaklah demikian. Tertulis di antara dua mata Dajjal: ك ف ر -yakni kafir.”

Dalam riwayat lain:

يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ كَاتِبٍ وَغَيْرِ كَاتِبٍ


“Bisa dibaca oleh semua mukmin yg bisa baca tulis ataupun tidak.”

Kejadian-Kejadian Sebelum Keluar Dajjal

Banyak kejadian telah dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelang keluar Dajjal. 
Di antara kejadian-kejadian tersebut:
  • Banyak yg tewas ketika kaum muslimin melawan Romawi
Diriwayatkan dari Yusai bin Jabir: Bertiup angin di Kufah, datanglah seorang pria yg ucapannya hanyalah: “Ya Abdullah bin Mas’ud kiamat telah datang.” 
Maka beliau duduk dan bersandar kemudian berkata: “Sesungguh kiamat tdk akan terjadi hingga tdk dibagikan lagi warisan dan tdk bergembira dgn ghanimah.” 
Beliau berisyarat dgn tangan ke arah Syam seraya berujar: “Akan ada musuh yg berkumpul utk menyerang kaum muslimin mk kaum muslimin pun berkumpul utk melawan mereka.” 
Aku katakan: “Romawi yg anda maksud?” 
Beliau menjawab: “Ya. Ketika itu akan terjadi peperangan yg dahsyat. Majulah kaum muslimin siap utk mati tdk akan kembali kecuali dlm keadaan menang. Bertempurlah kedua pasukan tersebut hingga terhalangi waktu malam. mk kembalilahdua kelompok tersebut tanpa ada pemenang dan pasukan yg siap mati telah tiada. Kemudian maju sekelompok kaum muslimin yg siap utk mati tdk pulang kecuali dlm keadaan menang. Mereka bertempur hingga sore kemudian kembalilah dua kelompok tersebut tanpa ada pemenang dan pasukan yg siap mati pun habis. Di hari keempat majulah sisa pasukan kaum muslimin. Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kemenangan kepada mereka. Mereka membunuh musuh dlm jumlah yg tdk pernah terlihat sebelumnya. Hingga ada seekor burung yg terbang ke arah mereka mati sebelum bisa melintasi semuanya. Ketika itu ada orang2 yg mencari keluarga bapak hanya mendapatkan seorang saja padahal sebelumnya mereka berjumlah seratus orang. dgn ghanimah seperti apa dia akan gembira? Atau warisan seperti apa dibagikan? Ketika dlm keadaan demikian mereka mendengar sesuatu yg lbh besar dari itu. Datang seseorang yg berteriak Dajjal telah mendatangi keluarga mereka. mk mereka pun membuang ghanimah dari tangan-tangan mereka dan mengirim sepuluh pasukan berkuda sebagai mata-mata. 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: ‘Sungguh aku tahu nama-nama mereka dan nama-nama ayah mereka serta warna kuda-kuda mereka. Mereka adl pasukan berkuda yg terbaik di muka bumi ketika itu atau di antara pasukan berkuda yg terbaik di muka bumi ketika itu’.”
  • Banyak kemenangan diraih kaum muslimin
Dari Nafi’ bin ‘Utbah radhiyallahu ‘anhu: Kami bersama Rasulullah dlm satu peperangan. Datang kepada Nabi satu kaum dari Maghrib memakai pakaian dari wol . Mereka bertemu Rasulullah di sebuah bukit dlm keadaan berdiri sedangkan Rasulullah duduk. Batinku berkata: ‘Datangilah mereka dan berdirilah antara mereka dgn Rasulullah agar jangan sampai mereka menculik Rasulullah’
Kemudian aku berkata : ‘Mungkin beliau ingin berbicara khusus bersama mereka.’ 
Aku pun mendatangi mereka dan duduk di antara Rasulullah dan mereka. Aku hafal dari beliau empat kalimat aku hitung dgn jariku. 
Beliau berkata: ‘Kalian akan berperang melawan jazirah Arab dan Allah berikan kemenangan kepada kalian. Kemudian memerangi Persia dan kalian pun menang. Kalian memerangi Romawi kalian pun diberikan kemenangan oleh Allah. Dan kemudian kalian berperang melawan Dajjal Allah juga memberikan kemenangan utk kalian.”

  • Kaum Muslimin menguasai Konstantinopel
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga orang Romawi datang di A’maq atau Dabiq . Keluarlah pasukan dari Madinah utk menghadapi mereka. Mereka adl di antara penduduk bumi yg terbaik ketika itu. Ketika mereka telah berhadapan, orang Romawi berkata: ‘Biarkanlah kami memerangi orang2 yg telah ditawan dari kaum kami.’ Kaum muslimin berkata: ‘Tidak kami tdk akan membiarkan kalian memerangi saudara kami.’ Akhirnya mereka pun bertempur. Larilah sepertiga pasukan yg Allah tdk akan memberi taubat kepada mereka, sepertiga pasukan muslimin terbunuh dan mereka adl syuhada yg paling afdhal di sisi Allah sepertiga pasukan lagi yg tersisa mendapat kemenangan dan mereka tdk akan terkena fitnah selamanya. Mereka menguasai Konsthantiniyah . Ketika mereka tengah membagi rampasan perang dan telah menggantungkan pedang mereka di pohon zaitun berteriaklah setan: ‘Masihid telah mendatangi keluarga kalian.’ Mereka pun keluar padahal itu adl berita batil. Ketika mereka sampai di Syam keluarlah Dajjal.”


  • Dajjal keluar ketika telah sedikit orang Arab

Dari Ummu Syarik radhiyallahu ‘anha beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:


لَيَفِرَّنَّ النَّاسُ مِنَ الدَّجَّالِ فِي الْجِبَالِ. قَالَتْ أُمُّ شَرِيْكٍ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، فَأَيْنَ الْعَرَبُ يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: هُمْ قَلِيْلٌ


“Sungguh manusia akan melarikan diri dari Dajjal ke gunung-gunung.” 
Ummu Syarik berkata: “Ya Rasulullah di mana orang2 Arab ketika itu?” 
Beliau menjawab: “Mereka sedikit.”


  • Sebelum keluar Dajjal manusia tertimpa tiga paceklik yg dahsyat sehingga mereka mengalami kelaparan. 
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan langit di tahun pertama utk menahan sepertiga hujan memerintahkan bumi utk menahan sepertiga tumbuhannya. 

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan langit di tahun kedua utk menahan dua pertiga hujan dan memerintahkan tanah utk menahan dua pertiga tanamannya. 

Selanjut Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan langit di tahun ketiga menahan semua hujan tdk ada yg turun satu tetespun dan memerintahkan tanah utk menahan semua tumbuh-tumbuhan.

Sebab Keluar Dajjal

Sebabnya  adl krn satu amarah. 

Ummul Mukminin Hafshah bintu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata kepada Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma: “Tidakkah kau tahu bahwasa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:


إِنَّمَا يَخْرُجُ مِنْ غَضْبَةٍ يَغْضَبُهَا
“Dia keluar hanyalah krn satu amarah yg ia rasakan.”

Tempat keluar Dajjal

Diriwayatkan dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyebutkan perkara Dajjal pada satu hari. Beliau merendahkan dan kadang mengeraskan suara hingga kami menyangka dia ada di pojok kebun korma. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:


غَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُنِي عَلَيْكُمْ إِنْ يَخْرُجْ وَأَنَا فِيْكُمْ فَأَنَا حَجِيْجُهُ دُوْنَكُمْ وَإِنْ يَخْرُجْ وَلَسْتُ فِيْكُمْ فَامْرُؤٌ حَجِيْجُ نَفْسِهِ وَاللهُ خَلِيْفَتِي عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ إِنَّهُ شَابٌّ قَطَطٌ عَيْنُهُ طَافِئَةٌ كَأَنِّي أُشَبِّهُهُ بِعَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قَطَنٍ، فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُوْرَةِ الْكَهْفِ، إِنَّهُ خَارِجٌ خَلَّةً بَيْنَ الشَّامِ وَالْعِرَاقِ فَعَاثَ يَمِيْنًا وَعَاثَ شِمَالاً، يَا عِبَادَ اللهِ فَاثْبُتُوا


“Selain Dajjal lbh aku takutkan kalian. Karena jika Dajjal keluar dan aku masih ada di antara kalian niscaya aku akan menjadi pelindung kalian. Jika dia keluar ketika aku telah tiada mk tiap muslim akan menjadi pembela diri sendiri. Allah yg akan menjaminku membela tiap muslim. Dia adl seorang pemuda yg sangat keriting, mata tdk ada cahaya, aku mengira dia mirip dgn Abdul ‘Uzza bin Qathan. Barangsiapa di antara kalian mendapatinya, maka bacalah awal surat Al-Kahfi. Dia akan keluar dari jalan antara Syam dan Irak berjalan ke kiri dan ke kanan. Wahai hamba-hamba Allah istiqamahlah.”

Dajjal adl Cobaan yg Terbesar

Dajjal merupakan cobaan paling besar yg menimpa manusia di dunia. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai manusia sesungguh tdk ada makhluk di muka bumi ini sejak Allah menciptakan Adam sampai hari kiamat yg fitnahnya lbh besar daripada Dajjal.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:


مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنْ الدَّجَّالِ
“Tidak ada antara penciptaan Adam dan hari kiamat makhluk yg lbh besar dari Dajjal .”
Negeri yg Tidak Dimasuki Dajjal

Tidak ada satu negeri pun di bumi ini kecuali akan didatangi dan dikuasai Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. 

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:


لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلاَّ سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلاَّ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ وَلَيْسَ نَقْبٌ مِنْ أَنْقَابِهَا إِلاَّ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ صَافِّيْنَ تَحْرُسُهَا فَيَنْزِلُ بِالسِّبْخَةِ فَتَرْجُفُ الْمَدِيْنَةُ ثَلاَثَ رَجَفَاتٍ يَخْرُجُ إِلَيْهِ مِنْهَا كُلُّ كَافِرٍ وَمُنَافِقٍ


“Tidak ada satu negeri pun kecuali akan didatangi Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Tidak ada satu celah pun di negeri tersebut kecuali ada malaikat yg menjaganya. Kemudian Dajjal datang ke suatu daerah (di luar Madinah) yg tanah bergaram. Bergoyanglah Madinah tiga kali, Allah keluarkan semua orang kafir dan munafiq dari Madinah.”

Di antara negeri yg tdk didatangi Dajjal adl Baitul Maqdis dan bukit Tursina. 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Dia akan tinggal selama 40 hari mendatangi semua tempat kecuali empat masjid: Masjidil Haram, Masjid Madinah, Bukit Tursina, dan Masjidil Aqsha .”
Lama Tinggal Dajjal di Bumi

Dalam hadits An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu disebutkan:


قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا لَبْثُهُ فِي اْلأَرْضِ؟ قَالَ: أَرْبَعُوْنَ يَوْمًا، يَوْمٌ كَسَنَةٍ وَيَوْمٌ كَشَهْرٍ وَيَوْمٌ كَجُمُعَةٍ وَسَائِرُ أَيَّامِهِ كَأَيَّامِكُمْ


“Kami berkata: ‘Ya Rasulullah berapa lama Dajjal tinggal di bumi?’ 
Rasulullah bersabda: ‘40 hari. Satu hari seperti satu tahun kemudian seperti sebulan kemudian seperti sepekan kemudian hari-hari lain seperti hari kalian sekarang’.”

Yang membunuh Dajjal

Setelah Dajjal tinggal di bumi 40 hari Allah Subhanahu wa Ta’ala pun menurunkan Nabi ‘Isa ‘alaihissalam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:


يَخْرُجُ الدَّجَّالُ فِي أُمَّتِي فَيَمْكُثُ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا فَيَبْعَثُ اللهُ عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ كَأَنَّهُ عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُوْدٍ فَيَطْلُبُهُ فَيُهْلِكُهُ


“Dajjal keluar di antara umatku selama 40 hari kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Isa bin Maryam ‘alaihissalam yg mirip dgn ‘Urwah bin Mas’ud. ‘Isa ‘alaihissalam mencari dan membunuhnya.”

Dalam riwayat lain:

فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ
“Dajjal dikejar oleh Nabi ‘Isa ‘alaihissalam hingga mendapatkan di Bab Ludd . Beliau pun membunuhnya.”

Dalam hadits lain:


فَإِذَا رَآهُ عَدُوُّ اللهِ ذَابَ كَمَا يَذُوْبُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ فَلَوْ تَرَكَهُ لَانْذَابَ حَتَّى يَهْلِكَ وَلَكِنْ يَقْتُلُهُ اللهُ بِيَدِهِ فَيُرِيْهِمْ دَمَهُ فِي حَرْبَتِهِ


“Ketika musuh Allah Subhanahu wa Ta’ala melihat Nabi ‘Isa ‘alaihissalam melelehlah sebagaimana garam meleleh di air. Seandainya dibiarkan niscaya akan meleleh hingga binasa akan tetapi Allah membunuh melalui tangan ‘Isa ‘alaihissalam memperlihatkan darah kepada mereka di tombak Nabi ‘Isa ‘alaihissalam.”

Inilah sekelumit permasalahan Dajjal yg perlu kita ketahui dan imani. 
Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaga kita dari fitnah Dajjal dan menambah keimanan kita.

Wa akhiru da’wana anilhamdulillahi Rabbbil ‘alamin

Sumber: www.asysyariah.com

Jumat, 30 September 2011

Dajjal menurut Hadis Rasulullah SAW


عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا وَقَدْ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الْأَعْوَرَ الْكَذَّابَ أَلَا إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَمَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ
 ك ف ر
Dari Qatadah, beliau mendengar daripada Anas bin Malik bahawa Rasulullah SAW telah bersabda; "Tidak seorang nabi kecuali ia telah memperingatkan kaumnya terhadap sang pendusta yang buta sebelah mata. Ketahuilah bahwa Dajjal itu buta sebelah matanya sedangkan Tuhanmu tidak buta sebelah mata dan di antara kedua matanya tertulis "kaaf", "faa", "raa". (Hadis riwayat Muslim)



 عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الدَّجَّالُ أَعْوَرُ الْعَيْنِ الْيُسْرَى جُفَالُ الشَّعَرِ مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ
Dari Huzaifah, Rasulullah SAW telah bersabda ; 
"Dajjal itu buta mata kirinya, berambut lebat, ia membawa surga dan neraka, nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. 
(Hadis riwayat Muslim)



عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ عَنْ الدَّجَّالِ حَدِيثًا مَا حَدَّثَهُ نَبِيٌّ قَوْمَهُ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّهُ يَجِيءُ مَعَهُ مِثْلُ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ فَالَّتِي يَقُولُ إِنَّهَا الْجَنَّةُ هِيَ النَّارُ وَإِنِّي أَنْذَرْتُكُمْ بِهِ كَمَا أَنْذَرَ بِهِ نُوحٌ قَوْمَهُ
Dari Abu Salmah, beliau mendengar daripada Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW telah bersabda;
"Mahukah kamu sekiranya aku menerangkan tentang Dajjal, suatu keterangan yang belum pernah diceritakan seorang nabi kepada kaumnya? Sesungguhnya ia buta sebelah mata, ia datang dengan membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Maka apa yang dikatakannya surga adalah neraka dan aku telah memperingatkan kalian terhadapnya sebagaimana Nabi Nuh telah memperingatkan kaumnya. (Hadis riwayat Muslim)


عَنْ صَالِحٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ قَالَحَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا حَدِيثًا طَوِيلًا عَنْ الدَّجَّالِ فَكَانَ فِيمَا حَدَّثَنَا قَالَ يَأْتِي وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْهِ أَنْ يَدْخُلَ نِقَابَ الْمَدِينَةِ فَيَنْتَهِي إِلَى بَعْضِ السِّبَاخِ الَّتِي تَلِي الْمَدِينَةَ فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ يَوْمَئِذٍ رَجُلٌ هُوَ خَيْرُ النَّاسِ أَوْ مِنْ خَيْرِ النَّاسِ فَيَقُولُ لَهُ أَشْهَدُ أَنَّكَ الدَّجَّالُ الَّذِي حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثَهُ فَيَقُولُ الدَّجَّالُ أَرَأَيْتُمْ إِنْ قَتَلْتُ هَذَا ثُمَّ أَحْيَيْتُهُ أَتَشُكُّونَ فِي الْأَمْرِ فَيَقُولُونَ لَا قَالَ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يُحْيِيهِ فَيَقُولُ حِينَ يُحْيِيهِ وَاللَّهِ مَا كُنْتُ فِيكَ قَطُّ أَشَدَّ بَصِيرَةً مِنِّي الْآنَ قَالَ فَيُرِيدُ الدَّجَّالُ أَنْ يَقْتُلَهُ فَلَا يُسَلَّطُ عَلَيْهِ
Abu Said Al-Khudri RA, ia berkata: Suatu hari Rasulullah SAW pernah bercerita kepada kami suatu cerita panjang tentang Dajjal. Di antara yang beliau ceritakan kepada kami adalah: "Ia akan datang tetapi ia diharamkan memasuki jalan-jalan Madinah, kemudian ia tiba di tanah lapang tandus yang berada di dekat Madinah. Lalu pada hari itu keluarlah seorang lelaki yang terbaik di antara manusia atau termasuk manusia terbaik menemuinya dan berkata: "Aku bersaksi bahwa kamu adalah Dajjal yang telah diceritakan Rasulullah SAW kepada kami". Dajjal berkata: "Bagaimana pendapat kalian jika aku membunuh orang ini lalu menghidupkannya lagi, apakah kamu masih meragukan perihalku?" Mereka berkata: 'Tidak! Maka Dajjal membunuhnya lalu menghidupkannya kembali'.
Ketika telah dihidupkan, lelaki itu berkata: 'Demi Allah, aku sekarang lebih yakin tentang dirimu dari sebelumnya'.
Maka Dajjal itu hendak membunuhnya kembali, namun ia tidak kuasa melakukannya. (Hadis riwayat Muslim)


عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ قَالَ مَا سَأَلَ أَحَدٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الدَّجَّالِ أَكْثَرَ مِمَّا سَأَلْتُ قَالَ وَمَا يُنْصِبُكَ مِنْهُ إِنَّهُ لَا يَضُرُّكَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّ مَعَهُ الطَّعَامَ وَالْأَنْهَارَ قَالَ هُوَ أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ ذَلِكَ
Mughirah bin Syu`bah RA, ia berkata: "Tidak ada seorang yang bertanya kepada Nabi SAW tentang Dajjal lebih banyak dari apa yang aku tanyakan. Beliau bersabda: ''Kenapa kamu bersusah-payah menanyakan hal itu? Sesungguhnya ia tidak akan membahayakan kamu.
Aku bertanya: Wahai Rasulullah, mereka mengatakan bahwa Dajjal itu membawa makanan dan sungai? Beliau menjawab: Perkaranya lebih ringan di hadapan Allah dari itu. (Hadis riwayat Muslim)

عَنْ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلَّا عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ صَافِّينَ يَحْرُسُونَهَا ثُمَّ تَرْجُفُ الْمَدِينَةُ بِأَهْلِهَا ثَلَاثَ رَجَفَاتٍ فَيُخْرِجُ اللَّهُ كُلَّ كَافِرٍ وَمُنَافِقٍ
Dari Anas bin Malik RA dari Nabi SAW, beliau telah bersabda : ''Tidak ada satu negeripun, kecuali akan dimasuki Dajjal kecuali Makkah dan Madinah yang setiap pintu gerbangnya ada malaikat-malaikat yang berbaris menjaganya. Kemudian Madinah menggoncang penghuninya tiga kali, sehingga, Allah mengeluarkan seluruh orang kafir dan munafik." (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)


عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَخْبَرَهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ أَخْبَرَهُ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ انْطَلَقَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَهْطٍ قِبَلَ ابْنِ صَيَّادٍ حَتَّى وَجَدَهُ يَلْعَبُ مَعَ الصِّبْيَانِ عِنْدَ أُطُمِ بَنِي مَغَالَةَ وَقَدْ قَارَبَ ابْنُ صَيَّادٍ يَوْمَئِذٍ الْحُلُمَ فَلَمْ يَشْعُرْ حَتَّى ضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ظَهْرَهُ بِيَدِهِ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِابْنِ صَيَّادٍ أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ فَنَظَرَ إِلَيْهِ ابْنُ صَيَّادٍ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُولُ الْأُمِّيِّينَ فَقَالَ ابْنُ صَيَّادٍ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ فَرَفَضَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ آمَنْتُ بِاللَّهِ وَبِرُسُلِهِ ثُمَّ قَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَاذَا تَرَى قَالَ ابْنُ صَيَّادٍ يَأْتِينِي صَادِقٌ وَكَاذِبٌ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُلِّطَ عَلَيْكَ الْأَمْرُ ثُمَّ قَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي قَدْ خَبَأْتُ لَكَ خَبِيئًا فَقَالَ ابْنُ صَيَّادٍ هُوَ الدُّخُّ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اخْسَأْ فَلَنْ تَعْدُوَ قَدْرَكَ فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ ذَرْنِي يَا رَسُولَ اللَّهِ أَضْرِبْ عُنُقَهُ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ يَكُنْهُ فَلَنْ تُسَلَّطَ عَلَيْهِ وَإِنْ لَمْ يَكُنْهُ فَلَا خَيْرَ لَكَ فِي قَتْلِهِ وَقَالَ سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ يَقُولُ انْطَلَقَ بَعْدَ ذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ الْأَنْصَارِيُّ إِلَى النَّخْلِ الَّتِي فِيهَا ابْنُ صَيَّادٍ حَتَّى إِذَا دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّخْلَ طَفِقَ يَتَّقِي بِجُذُوعِ النَّخْلِ وَهُوَ يَخْتِلُ أَنْ يَسْمَعَ مِنْ ابْنِ صَيَّادٍ شَيْئًا قَبْلَ أَنْ يَرَاهُ ابْنُ صَيَّادٍ فَرَآهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُضْطَجِعٌ عَلَى فِرَاشٍ فِي قَطِيفَةٍ لَهُ فِيهَا زَمْزَمَةٌ فَرَأَتْ أُمُّ ابْنِ صَيَّادٍ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَتَّقِي بِجُذُوعِ النَّخْلِ فَقَالَتْ لِابْنِ صَيَّادٍ يَا صَافِ وَهُوَ اسْمُ ابْنِ صَيَّادٍ هَذَا مُحَمَّدٌ فَثَارَ ابْنُ صَيَّادٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ تَرَكَتْهُ بَيَّنَ قَالَ سَالِمٌ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي النَّاسِ فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ ذَكَرَ الدَّجَّالَ فَقَالَ إِنِّي لَأُنْذِرُكُمُوهُ مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا وَقَدْ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ لَقَدْ أَنْذَرَهُ نُوحٌ قَوْمَهُ وَلَكِنْ أَقُولُ لَكُمْ فِيهِ قَوْلًا لَمْ يَقُلْهُ نَبِيٌّ لِقَوْمِهِ تَعَلَّمُوا أَنَّهُ أَعْوَرُ وَأَنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَيْسَ بِأَعْوَر
Dari Salim bin Abdullah, beliau telah diberitahu oleh Abdullah bin Umar RA:  Bahwa Umar bin Khathab pergi bersama Rasulullah SAW dalam suatu rombongan menuju tempat Ibnu Shayyad dan menjumpainya sedang bermain dengan anak-anak kecil di dekat gedung Bani Maghalah, sedangkan pada waktu itu Ibnu Shayyad sudah mendekati usia baligh. Ia tidak merasa kalau ada Nabi SAW sehingga beliau menepuk punggungnya lalu Nabi berkata kepada Ibnu Shayyad: Apakah kamu bersaksi bahwa aku ini utusan Allah? Ibnu Shayyad memandang beliau lalu berkata: Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan orang-orang yang buta huruf. Lalu Ibnu Shayyad balik bertanya kepada Rasulullah SAW: Apakah engkau bersaksi bahwa aku utusan Allah? Beliau menolaknya dan bersabda: Aku beriman kepada Allah dan para rasul-Nya. Kemudian Rasulullah berkata kepadanya: Apa yang kamu lihat? Ibnu Shayyad berkata: Aku didatangi orang yang jujur dan pendusta. Maka Rasulullah SAW bersabda: Perkara ini telah menjadi kabur bagimu. Lalu Rasulullah melanjutkan: Aku menyembunyikan sesuatu untukmu. Ibnu Shayyad berkata: Asap. Beliau bersabda: Pergilah kau orang yang hina! Kamu tidak akan melewati derajatmu! Umar bin Khathab berkata: Wahai Rasulullah, izinkan aku memenggal lehernya! Beliau bersabda: Kalau dia Dajjal, dia tidak akan dapat dikalahkan, kalau bukan maka tidak ada baiknya kamu membunuh dia. Salim bin Abdullah berkata: Aku mendengar Abdullah bin Umar berkata: Sesudah demikian, Rasulullah dan Ubay bin Kaab Al-Anshari pergi menuju ke kebun kurma di mana terdapat Ibnu Shayyad. Setelah masuk ke kebun beliau segera berlindung di balik batang pohon kurma mencari kelengahan untuk mendengarkan sesuatu yang dikatakan Ibnu Shayyad sebelum Ibnu Shayyad melihat beliau. Maka Rasulullah SAW dapat melihat ia sedang berbaring di atas tikar kasar sambil mengeluarkan suara yang tidak dapat dipahami. Tiba-tiba ibu Ibnu Shayyad melihat Rasulullah SAW yang sedang bersembunyi di balik batang pohon kurma lalu menyapa Ibnu Shayyad: Hai Shaaf, (nama panggilan Ibnu Shayyad), ini ada Muhammad! Lalu bangunlah Ibnu Shayyad. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: Seandainya ibunya membiarkannya, maka akan jelaslah perkara dia. Diceritakan oleh Salim, bahwa Abdullah bin Umar berkata: Maka Rasulullah SAW berdiri di tengah-tengah orang banyak lalu memuji Allah dengan apa yang layak bagi-Nya kemudian menyebut Dajjal seraya bersabda: Sungguh aku peringatkan kamu darinya dan tiada seorang nabi pun kecuali pasti memperingatkan kaumnya dari Dajjal tersebut. Nabi Nuh as. telah memperingatkan kaumnya, tetapi aku terangkan kepadamu sesuatu yang belum pernah diterangkan nabi-nabi kepada kaumnya. Ketahuilah, Dajjal itu buta sebelah matanya, sedangkan Allah Maha Suci lagi Maha Luhur tidak buta. Hadis riwayat Muslim


عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ صَحِبْتُ ابْنَ صَائِدٍ إِلَى مَكَّةَ فَقَالَ لِي أَمَا قَدْ لَقِيتُ مِنْ النَّاسِ يَزْعُمُونَ أَنِّي الدَّجَّالُ أَلَسْتَ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّهُ لَا يُولَدُ لَهُ قَالَ قُلْتُ بَلَى قَالَ فَقَدْ وُلِدَ لِي أَوَلَيْسَ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ الْمَدِينَةَ وَلَا مَكَّةَ قُلْتُ بَلَى قَالَ فَقَدْ وُلِدْتُ بِالْمَدِينَةِ وَهَذَا أَنَا أُرِيدُ مَكَّةَ قَالَ ثُمَّ قَالَ لِي فِي آخِرِ قَوْلِهِ أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُ مَوْلِدَهُ وَمَكَانَهُ وَأَيْنَ هُوَ قَالَ فَلَبَسَنِي
Dari Abu Said Al-Khudri RA, ia berkata: Aku menemani Ibnu Shaid pergi ke Mekah, ia berkata kepadaku: Aku telah bertemu dengan beberapa orang yang menganggap bahwa aku adalah seorang Dajjal. Apakah kamu pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Dajjal itu tidak mempunyai anak. Aku jawab: Ya! Ia berkata lagi: Dan aku telah mempunyai anak. Bukankah kamu telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Dajjal itu tidak akan memasuki Madinah dan Mekah. Aku menjawab: Ya! Ia berkata lagi: Dan aku telah dilahirkan di Madinah dan sekarang aku sedang menuju ke Mekah. Kemudian di akhir pertanyaannya dia berkata kepadaku: Demi Allah, sesungguhnya aku tahu waktu kelahirannya, tempatnya dan di mana dia. Ia berkata: Ia telah mengaburkanku tentang perkara itu. Hadis riwayat Muslim


عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ قَالَ رَأَيْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَحْلِفُ بِاللَّهِ أَنَّ ابْنَ صَائِدٍ الدَّجَّالُ فَقُلْتُ أَتَحْلِفُ بِاللَّهِ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ عُمَرَ يَحْلِفُ عَلَى ذَلِكَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يُنْكِرْهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Muhammad Al-Munkadir ia berkata: Aku melihat Jabir bin Abdullah bersumpah demi Allah bahwa Ibnu Shaid adalah seorang Dajjal, maka aku bertanya: Kenapa kamu bersumpah demi Allah? Dia menjawab: Aku mendengar Umar bersumpah tentang hal itu di hadapan Nabi SAW dan beliau tidak mengingkarinya. Hadis riwayat Muslim


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ
Dari Abu Hurairah RA: Dari Nabi SAW, beliau bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum dibangkitkan dajjal-dajjal pendusta yang berjumlah sekitar tiga puluh, semuanya mengaku bahwa ia adalah utusan Allah. Hadis riwayat Muslim


1.     DAJJAL 

Dajjal adalah seorang manusia biasa, ia dinamakan demikian karena ia menutupi kebenaran dengan kebathilan atau dikarenakan ia menyembunyikan kekufurannya di hadapan manusia dengan kedustaan dan tipu dayanya terhadap mereka.


Ciri-ciri Dajjal:
-       Seorang pemuda
-       Besar tubuhnya,
-       Berwarna merah,
-       Rambutnya pendek,
-       Matanya mengambang, picak sebelah kanan.
-       Menyerupai Ibnu Quthn seorang laki-laki dari Bani Khuza’ah”.
-       Menyerupai dengan Abdul ‘izz bin Qathn”.
-       Diantara kedua matanya tertulis “Kaafir”.

Dajjal dinamakan dengan Masihid Dajjal karena salah satu matanya, yaitu mata kanannya tertutup (picak).
Dajjal akan keluar pada saat kaum muslimin sedang memiliki kekuatan besar dan keluarnya dia adalah untuk mengalahkan kekuatan tersebut. 
Keluarnya Dajjal merupakan salah satu tanda kiamat kubro.
Sebelum Dajjal keluar, manusia diuji dengan kemarau dan kelaparan, serta tidak turunnya hujan dan matinya pepohonan. 
Dajjal akan keluar dari arah timur tepatnya dari negri Khurosan atau Syihristaan. Kemudia ia mengembara ke seluruh penjuru bumi. Ia memasuki setiap negeri kecuali Makkah dan Madinah karena para malaikan menjaganya. 
Dajjal akan mengaku dirinya sebagai tuhan dan ia akan melakukan hal-hal yang aneh untuk membenarkan pengakuannya dan menarik orang-orang agar menjadi pengikutnya. 
Dajjal akan datang sambil membawa neraka dan surga. Surganya adalah neraka, dan nerakanya adalah surga, dan ia memiliki sungai yang penuh dengan air, gunung dari roti. Ia akan menyuruh langit untuk menurunkan hujan, maka hujan pun turun dan menyuruh bumi untuk menumbuhkan beraneka macam tumbuhan maka tumbuhlah tanaman tersebut. Dan ia akan menempuh perjalanan dengan cepat, secepat air hujan yang ditiup angin, dan keanehan-keanehan lainnya.

Hadits-hadits yang menjelaskan tentang sifat-sifat Dajjal:

Dajjal matanya picak.
Dalam Sahih Bukhori diriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW pernah memberikan khutbah di hadapan para sahabatnya, lalu beliau menyebutkan Dajjal. Beliau bersabda :
“Aku benar-benar akan memperingatkan kalian tentang Dajjal. Tidak ada seorang nabi melainkan ia pernah memperingatkan kaumnya tentang masalah tersebut. Tetapi aku akan mengatakan kepada kalian suatu ucapan yang belum pernah dikatakan oleh seorang nabi pun sebelumku. Dia itu (Dajjal), picak (bermata sebelah) sedangkan Alloh tidaklah picak” (Sahih Jami’ shogir 3495/ Al-Bany) 

Dajjal adalah seorang laki-laki yang besar tubuhnya, berwarna merah, rambutnya pendek, matanya picak, menyerupai Ibnu Quthn.
Dari Ibnu Umar RA. sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:
” Ketika aku sedang tidur aku mengelilingi di Ka’bah?… (beliau menyebutkan bahwasanya ia melihat Nabi Isa bin Maryam, kemudian melihat Dajjal dan menyebutkan sifat-sifatnya).
Ibnu Umar berkata: Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang besar tubuhnya, berwarna merah, rambutnya pendek, matanya picak, seakan-akan matanya itu buah anggur yang mengambang,
Mereka berkata: “Ini adalah Dajjal, manusia yang paing menyerupainya adalah Ibnu Quthn seorang laki-laki dari Bani Khuza’ah”.
(Sahih Bukhori 13/90 dan Muslim 2/237). 

Dajjal adalah seorang pemuda, rambutnya pendek, matanya mengambang, menyerupakani dengan Abdul ‘izz bin Qathn”.
Dari Nawwas bin Sam’an RA, Rasulullah SAW telah bersabda berkaitan sifat Dajjal:
“Dia itu seorang pemuda, rambutnya pendek, matanya mengambang, seakan-akan aku menyerupakannya dengan Abdul ‘izz bin Qathn”.
(Sahih Muslim 18/65) 

Di antara dua mata Dajjal tertulis  “Kaafir” (Ka-fa-ra)
Rasulullah SAW bersabda:                                                                                
“Sesungguhnya di antara kedua matanya tertulis kaafir”
(HR Bukhori 13/91 dan Muslim 18/59) 

Dajjal akan keluar dari arah timur (Khurosan atau Syihristaan).
Dari Abu Bakar ash-Shidiq ra, Rasulullah SAW bersabda:
“Dajjal akan keluar dari negeri sebelah timur yang disebut Khurosan”
(Tirmidzy 6/495) 

Dari Fatimah bin Qais RA, Dajjal berkata:
“Maka aku keluar dan aku menelusuri seluruh negeri, aku tidak meninggalkan suatu negeri kecuali aku telah tinggal di dalamnya selama 40 hari. Kecuali kota Makkah dan Madinah. Kedua kota tersebut diharamkan bagiku. Setiap kali aku akan memasuki salah satu dari keduanya. Seorang malaikat akan menghalangiku dengan pedang terhunus. Dan di setiap pelosok negeri tersebut ada malaikat yang menjaganya” (Shohih Muslim 18/83) 

Dajjal mengaku dirinya sebagai tuhan dan menarik orang-orang agar menjadi pengikutnya. 
Rasulullah SAW bersabda: 
“Barangsiapa yang mendengar tentang kedatangan Dajjal, hendaklah ia menjauhinya. Demi Alloh sesungguhnya seseorang akan mendatanginya dan ia menyangka bahwa dirinya seorang yang beriman, lalu ia mengikutinya yang dapat menimbulkan berbagai syubuhaat”
(Sahih Jami’ shogir 6301/ Al-Bany) 

Dalam hadits lainnya dijelaskan bahwa Dajjal tersebut akan datang sambil membawa neraka dan surga. Surganya adalah neraka, dan nerakanya adalah surga, dan ia memiliki sungai yang penuh dengan air, gunung dari roti. Ia akan menyuruh langit untuk menurunkan hujan, maka hujan pun turun dan menyuruh bumi untuk menumbuhkan beraneka macam tumbuhan maka tumbuhlah tanaman tersebut. Dan ia akan menempuh perjalanan dengan cepat, secepat air hujan yang ditiup angin, dan keanehan-keanehan lainnya. (HR Muslim 18/65-66) 

Dari Jabir bin Abdillah ra, Rasulullah SAW bersabda:
”Akan tetap ada dari umatku yang berjuang dalam haq dan eksis terus hingga hari kiamat. Kemudian Nabi Isa bin Maryam turun. Lalu pemimpin umat Islam saat itu berkata kepada Nabi Isa, ”Kemarilah dan jadilah imam dalam shalat kami”.
Namun Nabi Isa menjawab, ”Tidak, kalian menjadi pemimpin di antara kalian sendiri. Sebagai bentuk pemuliaan Allah atas umat ini”. 

Rasulullah SAW bersabda:
”Nabi Isa masih tetap tinggal di bumi hingga terbunuhnya Dajjal selama 40 tahun, lalu Allah mewafatkannya dan dishalatkan jenazahnya oleh umat Islam.
(HR Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hiban, Al-Hakim dan dishahihkan oleh az-Zahabi) 


2.     IMAM MAHDI 

Ada banyak hadits yang menerangkan sosok Al-Mahdi itu dan merupakan kewajiban kita untuk mempercayainya sesuai dengan apa yang kita terima dari Rasulullah SAW, tanpa menafsirkan, mentakwilkan atau menolaknya. 
Al-Mahdi menurut hadits-hadits yang kita terima adalah sosok manusia yang Allah akan turunkan di akhir zaman, meski tidak ada riwayat yang memastikan kapan kejadian itu. Selain itu, dijelaskan bahwa beliau adalah merupakan ahli bait Rasulullah SAW. 

Untuk memastikan apakah dia benar Al-Mahdi yang dimaksud, ada ciri-ciri yang telah disebutkan, yang paling penting diantaranya adalah bahwa beliau akan mengisi bumi ini dengan keadilan setelah sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan kerusakan. 

Diantara hadits itu antara lain : 

Dari Ibnu Mas`ud ra, Rasulullah SAW bersabda:
”Bila tidak kekal dunia ini kecuali sehari saja, maka Allah akan panjangkan hari itu hingga Dia mengutus seseorang dari aku atau dari ahli baitku, namanya sesuai dengan namaku dan nama ayahnya sesuai dengan nama ayahku. Dia akan memenuhi dunia dengan keadilan dan qisth sebagaimana dunia ini sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan al-Juur.
(HR. At-Tirmizy dalam kitab Fitan dan haditsnya hasan shahih). 

Dijelaskan bahwa kedatangan Al-Mahdi ini sebelum turunnya Nabi Isa as. yang akan memberi petunjuk kepada banyak manusia dan menegakkan hujjah Allah SWT. 
Dari Ali bin Abi Tholib ra, Rasulullah SAW bersabda:
”Al-Mahdi dari golongan kami, Ahlul Bait, Allah memperbaikinya dalam satu malam” (Musnad Ahmad 2/58 dan sunan Ibnu Majah 2/1367) 

3. NABI ISA 

Diantara tanda-tanda datangnya hari kiamat kubro adalah turnnya Nabi Isa as.
Beliau akan menjadi muslimin atau bagian dari umat Islam, menghancurkan salib dan menghancurkan berhala. Karena risalah yang beliau bawa adalah risalah yang bersumber dari Allah juga. 
Namun turunnya beliau bukan sebagai nabi lagi karena setelah diangkatnya Rasulullah SAW sebagai nabi terakhir, maka tidak ada lagi nabi yang turun ke bumi dengan membawa risalah dari langit. Karena itu Nabi Isa kedudukannya bukan sebagai Nabi lagi, tapi bagian dari umat Islam ini, berkitab suci Al-Quran, mengucapkan dua kalimat syahadat, shalat menghadap ka’bah, puasa Ramadhan, berhaji ke Mekkah dan menjalankan syariat Islam yang kita terapkan saat itu. 

Semua keterangan itu kita dapatkan dari hadits-hatis Rasulullah yang sampai kepada kita, antara lain: 

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:
”Demi Yang jiwaku di tangan-Nya, Nyaris akan turun kepada kalian putera Maryam (Nabi Isa as) menjadi hakim yang adil, menghancurkan salib dan membunuh babi dan memungut jizyah dan memenuhi harta … (HR Muslim dalam kitab Iman bab turunnya Isa) 

Dari Jabir bin Abdillah ra, Rasulullah SAW bersabda:
”Akan tetap ada dari umatku yang berjuang dalam haq dan eksis terus hingga hari kiamat. Kemudian Nabi Isa bin Maryam turun. Lalu pemimpin umat Islam saat iu berkata kepada Nabi Isa,”Kemarilah dan jadilah imam dalam shalat kami”.
Namun Nabi Isa menjawab,”Tidak, kalian menjadi peminpin di antara kalian sendiri . Sebagai bentuk pemuliaan Allah atas umat ini”. 

Rasulullah SAW bersabda:
”Nabi Isa masih tetap tinggal di bumi hingga terbunuhnya Dajjal selama 40 tahun, lalu Allah mewafatkannya dan dishalatkan jenazahnya oleh umat Islam.
(HR Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hiban, Al-Hakim) 





Hadis-hadis Nabawi
Tentang
Kabar Gembira Munculnya Imam Mahdi as

Sesungguhnya hadist-hadist yang diriwayatkan dari Rasulullah saw tentang imam Mahdi as merupakan kelompok terbesar dan terbanyak yang memberikan kabar gembira akan datangnya penyelamat akhir zaman tersebut. Perlu diperhatikan bahwa hadist-hadist yang ada di dalam kitab-kitab Ahli-sunnah tentang imam Mahdi as, kebanyakannya diriwayatkan dari Rasulullah saw, dengan sanad/jalur yang banyak dan kandungan yang bermacam-macam.Terkadang Rasulullah saw mengabarkan imam Mahdi di sela-sela/bersama para imam yang lain, di mana beliau dikenalkan sebagai imam kedua belas dan terakhir. Terkadang beliau menghabarkan kalau Mahdi adalah orang putra cucu sayyidah Fatimah Zahro as, dan sesungguhnya dia dari keturunan imam Husain as dan imam ke sembilan yang terlahir dari imam Husain as.
Dan anda akan mengetahui nantinya bahwa Rasulullah saw telah memberikan kabar gembira akan datangnya imam Mahdi as pada kesempatan dan kondisi yang banyak serta di pelbagai moment penting. Yang mengindikasikan bahwa pembahasan ini sangatlah urgen dan tidak bisa dipandang sebelah mata.
Inilah hadis-hadis tentang imam yang diriwayatkan dari Rasulullah saw, dan tentunya hanya sebagian saja dari hadis-hadis tersebut yang akan kami bawakan:
Dari Said bin Jubair dari ibn Abbas, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya para halifahku dan wasiku serta hujjah-hujjah Allah atas makhluk setelahku adalah dua belas orang, yang pertama dari mereka adalah saudaraku dan yang terakhir dari mereka adalah purtaku.
Kemudian di tanyakan: wahai Rasulullah siapakah saudaramu itu?
Rasul bersabda: Ali bin Abi Tholib.
Ditanyakan: dan siapakah putramu itu?
Beliau bersabda: “Dia adalah Mahdi yang akan memenuhinya (memenuhi bumi) dengan keadilan sebagaimana bumi telah dipenuhi dengan kezaliman, sumpah demi Zat yang mengutusku kepada manusia dengan kebenaran, seandainya dunia ini tidak tersisa kecuali satu hari maka Allah pasti akan memanjangkan hari itu sampai munculnya putraku Mahdi as, maka akan turun ruh Allah Isa bin Maryam dan akan sholat dibelakangnya, maka bumi akan bersinar dengan cahayanya, dan akan sampai kerajaannya di barat dan di timur”. [1]
Dari Hudzaifah, Rasulullah saw bersabda: “Mahdi adalah putraku yang wajahnya seperti bintang kejora”. [2]
Juga dari Hudzaifah, Rasulullah saw bersabda: “Mahdi adalah putraku yang wajahnya seperti bintang kejora, warna kulitnya seperti warna kulit orang Arab, dan badannya seperti badan orang Israel (Yahudi) yang akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana telah dipenuhi oleh kezaliman, penduduk langit akan rela atas kepemimpinannya, dan begitu juga burung di angkasa, di mana beliau akan memerintah selama dua puluh tahun”. [3]
Dari imam Muhammad Bagir bin Ali Zainala Abidin dari ayahnya dari Amiril mu’minin Ali bin Abi Thalib as, Rasul saw bersabda: “Mahdi adalah putraku, dia akan hilang dari pandangan mata (gaib), dunia akan dilanda kebingungan yang dapat menyesatkan manusia, dia akan datang sebagai simpanan atau "sejata andalan" dari  para nabi, maka dia akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana telah dipenuhi dengan kezaliman dan kesesatan”. [4]  
Dari al-Kanduzi al-Hanafi dari Abi Basir dari imam Ja’far Shodiq dari ayahnya dari Amirail mu’minin Ali bin Abi Thalib as, Rasulullah saw bersabda:
“Mahdi dari anak cucuku namanya sama dengan namaku, kunyahnya sama dengan kunyahku, dan dialah orang yang paling mirip dengan diriku dari segi penciptaan dan budi-pekerti, dia akan hilang dari pandangan mata (gaib), ummat akan dilanda kebingungan sehingga sesatlah mereka dari agama mereka, maka ketika itu dia akan datang bersinar laksana bintang kejora yang terang benderang, dan akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana telah dipenuhinya dengan kesesatan dan kezaliman”. [5]
Dari al-Majlisi dari dari Syeh Mufid dari Abi Ayyub al Ansori, Rasulullah saw bersabda kepada Sayyidah fatimah as (saat beliau terbaring sakit):
“Aku bersumpah demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya sesungguhnya ummatku pasti akan memiliki Mahdi (penyelamat akhir zaman), dan dia akan muncul darimu (alias dari anak cucumu)”. [6]
Dari Makhul dari imam Ali bin Abi Thalib as, “Aku berkata wahai rasulullah! Apakah Mahdi termasuk dari kita (keluarga Muhammad saw) atau selain dari keluarga kita?
Maka Rasulullah saw bersabda: “Tidak, Mahdi adalah termasuk dari keluarga kita, Allah SWT akan mengakhiri agamanya melalui perantara kita sebagaimana Allah telah membukanya melalui perantara kita, dengan kita mereka terselamatkan dari fitnah atau cobaan sebagaimana mereka juga telah terbebas dari belengu kemusrikan berkat kita, dengan kitalah hati-hati manusia menjadi lunak setelah dialanda kerasnya permusuhan, dengan kitalah manusia yang dulunya bersengketa menjadi saling kasih dalam ikatan persaudaraan. [7]
Sesengguhnya pertanyaan imam Ali as kepada Rasulullah saw dikarenakan masyarakat tidak mengetahuinya, dengan demikian beliau bertanya tentang sesuatu yang telah beliau ketahui dan seakan-akan dia tidak mengetahuinya dan itu untuk suatu tujuan, dan ini termasuk dari pembicaraan yang ada dalam al Quran dan hadist, begitu juga dalam percakapan sehari-hari, Allah swt berfirman: “Apa yang sedang berada di kananmu itu wahai Musa?”.
Dari Hisyam bin Salim dari imam Ja’far Shadiq dari ayahnya dari kakeknya as, Rasulullah saw bersabada: 
al-Qoim dari anak cucuku, namanya sama dengan namaku, dan kunyahnya sama dengan kunyahku, perangai dan sopan-santunnya sama dengan diriku, dia menerapkan sunnah yang mirip sunnahku, dia tegakkan agama dan ajaranku di antara manusia, dia mengajak mereka kepada kitab Allah swt, barang siapa yang taat kepadanya maka dia telah taat kepadaku dan barang siapa yang bermaksiat kepadanya maka dia telah bermaksiat kepadaku, barang siapa yang mengingkari gaibahnya maka dia telah menginkariku, dan barang siapa yang membohonginya maka dia telah membohongiku, dan barang siapa mempercayainya maka dia telah mempercayaiku, hanya kepada Allah SWT semata aku adukan orang-orang yang membohongiku dalam perkaranya dan orang-orang yang mendustakan perkataanku dan urusannya, dan orang yang menyesatkatkan kaumku dari jalan yang lurus... [8]
Dari Ibnu Abbas berkata, Rasulullah saw bersabda:
“Ali bin Abi Thalib adalah pemimpin ummatku, dan penggantiku sepeninggalku, dan dari anak cucunya akan bangkit dan muncul al-Qoim al-Muntadzar yang Allah akan memenuhi bumi dengan keadilan dengannya, sebagaimana bumi telah dipenuhi oleh kesesatan dan kezaliman, aku bersumpah demi dzat yang telah mengutusku kepada manusia: sesungguhnya orang-oarang yang tetap dan berpegang teguh dengan keimanan (pada masa gaibnya), itu sangatlah sedikit sekali. Maka Jabir bin Abdullah al Ansori bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri nabi seraya berkata: ”wahai Rasulullah, apakah al-Qoim  yang akan muncul dari anak cucumu itu mengalami masa gaib juga?.
Rasulullah saw menjawab: “ia sumpah demi tuhan. Wahai Jabir sesungguhnya ini adalah urusan dari urusan-urusan Allah SWT, dan misteri/rahasiaNya, yang tidak dapat diketahui oleh hambanya, maka berhati-hatilah akan keraguan atas urusan Allah SWT, karena hal tersebut  adalah sebuah bentuk kekufuran. [9]
Dari Abi Said al Khadzri (dalam hadistnya yang panjang), Rasulullah saw bersabda (kepada Sayyidah Fathimah as) : “Wahai anakku sesungguhnya kita (Ahlul bait) diberi tujuh sesuatu yang tidak ada seorangpun yang memiliknya:
1.Nabi kita adalah sebaik-baik nabi, dan itu adalah ayahmu.
2.Wasi kita adalah sebaik-baik wasi, dan itu adalah suamimu sendiri.
3.Syahid kita adalah sebaik-baik syuhada’, dan beliau adalah paman ayahmu Hamzah.
4. Hanya dari kitalah yang nantinya di surga dianugerahi dua sayap berwarna hijau, dan itu adalah putra pamanmu Ja’far.
5-6. Dari kita, anak cucu ummat ini bersumber, dan mereka berdua adalah kedua anakmu Hasan dan Husain.
1.     Dari kita (demi Allah yang tiada tuhan selain dia) Mahdi yang mana Isa bin Maryam sholat di belakangnya, kemudian mengelus pundak al-Husain seraya berkata: dari dia, beliau mengulangnya sebayak tiga kali. [10] 
Dalam kitab al-Bayan karya Syafi’i al-Kunji, Rasulullah saw bersabda: dari dialah (al-Husain) Mahdi da penyelamat umat ini.
Dari Jabir bin Abdullah al-Anshori, Rasulullah saw bersabda:
“Isa bin maryam as akan turun (dari langit) kemudian pemimpin mereka (umat ini) Mahdi berkata: “Kemarilah shalat  bersama kami/pimpinlah shalat kami.”
Maka nabi Isa menjawab: “Tidak, sesungguhnya sebagian dari kalian adalah pemimpin dari sebagian yang lain, hal ini merupakan penghormatan bagi umat ini”. [11]

Hendaklah dia mengikuti Ali bin Bin Thalib as
Dalam kitab Faraidus simthain, dari imam Ali Ridho bin Musa dari ayahnya dari kakek beliau as, Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang mau berpegang teguh dengan agamaku dan menaiki perahu keselamatan maka hendaklah dia mengikuti Ali bin Bin Thalib as, dan memusuhi para musuhnya, dan mengikuti wali yang diikutinya, sesungguhnya dia adalah wasi dan khalifah  sepeninggalku, baik ketika aku masih hidup atau setelah aku mati kelak, dan dia adalah pemimpin semua orang muslim, dan pemimpin semua orang mukmin setelahku, perkataannya adalah perkataanku, perintahnya adalah perintaku, larangannya adalah laranganku, dan yang mengikutinya berarti dia mengikutiku, dan yang menolongnya berarti dia menolongku, dan yang menghianatinya berarti menghianatiku.
Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang berpisah dari Ali as setelahku, dia tidak akan melihatku dan aku juga tidak akan melihatnya di hari kiamat nanti, dan barangsiapa yang berbeda pendapat dengan Ali, maka Allah SWT mengharamkan syurga baginya, dan menjadikan neraka tempat baginya, dan barangsiapa yang menghina Ali as maka Allah akan menghina di hari yang semua gamblang, dan barangsiapa menolong Ali as maka Allah swt akan menolongnya di hari perjumpaan”.
Kemudian Rasulullah saw bersabda: Hasan dan Husain as keduanya adalah pemimpin umatku sepeninggal ayah mereka, dan pemimpin pemuda ahli syurga, ibu mereka adalah penghulu wanita dunia, ayah mereka adalah pemimpin para washi, dan dari anak cucu Husain sembilan imam akan muncul, yang kesembilan dari mereka adalah al-Qaim putraku, ketaatan kepada mereka adalah ketaatan kepadaku, dan bermaksiat kepada mereka sama halnya dengan bermaksiat terhadapku.
Rasulullah saw dalam pidatonya di hari Gadir dan di depan 120 ribu umat islam bersabda:
wahai manusia: cahaya itu bersumber dari Allah SWT, yang kemudian berjalan di dalam diriku, kemudian di Ali, kemudian di anak cucuku dan berakhir di al-Qaim Mahdi as,...[12]
Sebagaimana yang terdapat dalam hadis-hadis yang telah kita sebutkan tadi Rasulullah saw, telah bersumpah demi Dzat Allah, semuanya itu merupakan penguat dari fakta ini dan bentuk pengokohan terhadap topik Mahdawiyah ini, dan rasul tidak hanya melakukan dan mengucapkan itu saja, lebih jauh beliau bersabda: ”Andai usia dunia tidak tersisa lagi kecuali satu hari saja... hal ini menunjukkan bahwa hal ini pasti akan terjadi dan tidak dapat dielakkan lagi. Dan ini merupakan penetapan yang luar biasa kuatnya.
Kita juga telah mengetahui dari beliau bahwa Mahdi as akan memenuhi dunia dengan keadilan setelah disesaki oleh kezaliman dan kebatilan. Hal ini juga sebuah penguatan akan hal ini, yang mengenai penjelasan lebih lanjut, insya Allah pada kesempatan mendatang.
Adapun penyebutan secara bersama-sama dzulm dan jaur, juga kata adl dan qisth, dapat berarti bahwadzulm itu berasal kebanyakan umat manusia, sedang jaur dari kalangan terpandang masyarakat atau para pemimpin. Sebagaimana kata adl bisa diartikan sebagai dari para penguasa dan qisth dari masyarakat kebanyakan.
Dan sebelumnya telah kita bawakan bahwa Rasul saw bersabda: kulitnya seperti kulit kaum Arab dan postur tubuh seperti orang yahudi kebanyakan. Perlu diketahui bahwa banyak penduduk negeri Yordania dan Palestina yang memiliki tinggi badan yang lumayan, tidak seperti tinggi badan penduduk Jepang atau China yang rata-rata pendek dan cethol.   


[1] Faraidu Samthain, jild, Bihar juz, 51, halaman 71.
[2] Kanzul ‘umal, juz 7.
[3]Idu durar, bab ke-3.
[4] Faraidu Samthain.
[5] Yanabi’ul mawadah.
[6] Biharul Anwar, juz 51, halaman 67.
[7] Biharul Anwar, juz 51.
[8] Biharul Anwar, juz 51.
[9] Biharul Anwar, juz 51.
[10] Biharul Anwar, juz 51.
[11] Al-‘Arain, Hafiz Abi Nu’aim.
[12] Ihtijaj, karya Thabarsi.
--------------------------------------------------------------------------------



Dajjal akan datang ke seluruh negeri (kecuali Mekkah dan Madinah) dengan mengaku dirinya sebagai tuhan.
Apakah tentara2 Dajjal sudah sampai di negeri ini sebelum Dajjalnya tiba?
Jika Dajjal mengaku sebagai tuhan maka tentaranya akan mengaku sebagai utusan tuhan.
Mereka akan membawa kita kepada golongannya dan meninggalkan golongan yg benar.

DAJJAL dan kemunculannya
Dajjal adalah seorang pemuda pendusta yang buta sebelah matanya. Ia datang dengan membawa sesuatu seperti surga dan neraka, tetapi nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. Ia akan datang keseluruh negeri tetapi hanya dua kota yang tidak dapat dimasukinya karena para Malaikat berbaris menjaganya dengan pedang yang terhunus. Kota tersebut adalah Mekkah dan Madinah.

Ciri-ciri Dajjal:
-          Bertubuh besar kemerah-merahan.
-          Matanya buta/picak sebelah sebelah kiri.
-          Di dahi diantara kedua mata tertulis “Kaf-fa-ra”.
-          Berambut tebal dan keriting.
-          Tidak mempunyai anak.

Hadits-hadits yg menerangkan tentang Dajjal:
Dari Qatadah, beliau mendengar daripada Anas bin Malik bahawa Rasulullah SAW telah bersabda; 
"Tidak seorang nabi kecuali ia telah memperingatkan kaumnya terhadap sang pendusta yang buta sebelah mata. Ketahuilah bahwa Dajjal itu buta sebelah matanya sedangkan Tuhanmu tidak buta sebelah mata dan di antara kedua matanya tertulis "kaaf", "faa", "raa". (Hadis riwayat Muslim)

Dari Huzaifah, Rasulullah SAW telah bersabda ; 
"Dajjal itu buta mata kirinya, berambut lebat, ia membawa surga dan neraka, nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka”. 
(Hadis riwayat Muslim)

Dari Abu Salmah, beliau mendengar daripada Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW telah bersabda;
"Maukah kamu sekiranya aku menerangkan tentang Dajjal, suatu keterangan yang belum pernah diceritakan seorang nabi kepada kaumnya? Sesungguhnya ia buta sebelah mata, ia datang dengan membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Maka apa yang dikatakannya surga adalah neraka dan aku telah memperingatkan kalian terhadapnya sebagaimana Nabi Nuh telah memperingatkan kaumnya.
(Hadis riwayat Muslim)

Abu Said Al-Khudri RA, ia berkata: Suatu hari Rasulullah SAW pernah bercerita kepada kami suatu cerita panjang tentang Dajjal. Di antara yang beliau ceritakan kepada kami adalah: "Ia akan datang tetapi ia diharamkan memasuki jalan-jalan Madinah, kemudian ia tiba di tanah lapang tandus yang berada di dekat Madinah. Lalu pada hari itu keluarlah seorang lelaki yang terbaik di antara manusia atau termasuk manusia terbaik menemuinya dan berkata: "Aku bersaksi bahwa kamu adalah Dajjal yang telah diceritakan Rasulullah SAW kepada kami". 
Dajjal berkata: "Bagaimana pendapat kalian jika aku membunuh orang ini lalu menghidupkannya lagi, apakah kamu masih meragukan perihalku?" 
Mereka berkata: 'Tidak! 
Maka Dajjal membunuhnya lalu menghidupkannya kembali.
Ketika telah dihidupkan, lelaki itu berkata: 'Demi Allah, aku sekarang lebih yakin tentang dirimu dari sebelumnya'.
Maka Dajjal itu hendak membunuhnya kembali, namun ia tidak kuasa melakukannya. 
(Hadis riwayat Muslim)

Mughirah bin Syu`bah RA, ia berkata: "Tidak ada seorang yang bertanya kepada Nabi SAW tentang Dajjal lebih banyak dari apa yang aku tanyakan”. 
Beliau bersabda: “Kenapa kamu bersusah-payah menanyakan hal itu? Sesungguhnya ia tidak akan membahayakan kamu”.
Aku bertanya: “Wahai Rasulullah, mereka mengatakan bahwa Dajjal itu membawa makanan dan sungai?”
Beliau menjawab: “Perkaranya lebih ringan di hadapan Allah dari itu”. 
(Hadis riwayat Muslim)

Dari Anas bin Malik RA dari Nabi SAW, beliau telah bersabda : 
“Tidak ada satu negeripun, kecuali akan dimasuki Dajjal kecuali Makkah dan Madinah yang setiap pintu gerbangnya ada malaikat-malaikat yang berbaris menjaganya. Kemudian Madinah menggoncang penghuninya tiga kali, sehingga, Allah mengeluarkan seluruh orang kafir dan munafik." 
(Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Dari Salim bin Abdullah, beliau telah diberitahu oleh Abdullah bin Umar RA:  Bahwa Umar bin Khathab pergi bersama Rasulullah SAW dalam suatu rombongan menuju tempat Ibnu Shayyad dan menjumpainya sedang bermain dengan anak-anak kecil di dekat gedung Bani Maghalah, sedangkan pada waktu itu Ibnu Shayyad sudah mendekati usia baligh. Ia tidak merasa kalau ada Nabi SAW sehingga beliau menepuk punggungnya lalu Nabi berkata kepada Ibnu Shayyad: "Apakah kamu bersaksi bahwa aku ini utusan Allah?" 
Ibnu Shayyad memandang beliau lalu berkata: "Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan orang-orang yang buta huruf". 
Lalu Ibnu Shayyad balik bertanya kepada Rasulullah SAW: "Apakah engkau bersaksi bahwa aku utusan Allah?"
Beliau menolaknya dan bersabda: "Aku beriman kepada Allah dan para rasul-Nya". 
Kemudian Rasulullah berkata kepadanya: "Apa yang kamu lihat?" 
Ibnu Shayyad berkata: "Aku didatangi orang yang jujur dan pendusta". 
Maka Rasulullah SAW bersabda: "Perkara ini telah menjadi kabur bagimu". 
Lalu Rasulullah melanjutkan: "Aku menyembunyikan sesuatu untukmu". 
Ibnu Shayyad berkata: "Asap". 
Beliau bersabda: "Pergilah kau orang yang hina! Kamu tidak akan melewati derajatmu!" 
Umar bin Khathab berkata: "Wahai Rasulullah, izinkan aku memenggal lehernya!" 
Beliau bersabda: "Kalau dia Dajjal, dia tidak akan dapat dikalahkan, kalau bukan maka tidak ada baiknya kamu membunuh dia". 
Salim bin Abdullah berkata: "Aku mendengar Abdullah bin Umar berkata": "Sesudah demikian, Rasulullah dan Ubay bin Kaab Al-Anshari pergi menuju ke kebun kurma di mana terdapat Ibnu Shayyad. Setelah masuk ke kebun beliau segera berlindung di balik batang pohon kurma mencari kelengahan untuk mendengarkan sesuatu yang dikatakan Ibnu Shayyad sebelum Ibnu Shayyad melihat beliau. Maka Rasulullah SAW dapat melihat ia sedang berbaring di atas tikar kasar sambil mengeluarkan suara yang tidak dapat dipahami. Tiba-tiba ibu Ibnu Shayyad melihat Rasulullah SAW yang sedang bersembunyi di balik batang pohon kurma lalu menyapa Ibnu Shayyad: "Hai Shaaf, (nama panggilan Ibnu Shayyad), ini ada Muhammad!" 
Lalu bangunlah Ibnu Shayyad. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Seandainya ibunya membiarkannya, maka akan jelaslah perkara dia".
Diceritakan oleh Salim, bahwa Abdullah bin Umar berkata: Maka Rasulullah SAW berdiri di tengah-tengah orang banyak lalu memuji Allah dengan apa yang layak bagi-Nya kemudian menyebut Dajjal seraya bersabda: "Sungguh aku peringatkan kamu darinya dan tiada seorang nabi pun kecuali pasti memperingatkan kaumnya dari Dajjal tersebut. Nabi Nuh as. telah memperingatkan kaumnya, tetapi aku terangkan kepadamu sesuatu yang belum pernah diterangkan nabi-nabi kepada kaumnya. Ketahuilah, Dajjal itu buta sebelah matanya, sedangkan Allah Maha Suci lagi Maha Luhur tidak buta. 
(Hadis riwayat Muslim)

Dari Abu Said Al-Khudri RA, ia berkata: Aku menemani Ibnu Shaid pergi ke Mekah, ia berkata kepadaku: Aku telah bertemu dengan beberapa orang yang menganggap bahwa aku adalah seorang Dajjal. Apakah kamu pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Dajjal itu tidak mempunyai anak. 
Aku jawab: Ya!                                                                              
Ia berkata lagi: "Dan aku telah mempunyai anak. Bukankah kamu telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Dajjal itu tidak akan memasuki Madinah dan Mekah". 
Aku menjawab: Ya! 
Ia berkata lagi: "Dan aku telah dilahirkan di Madinah dan sekarang aku sedang menuju ke Mekah". 
Kemudian di akhir pertanyaannya dia berkata kepadaku: "Demi Allah, sesungguhnya aku tahu waktu kelahirannya, tempatnya dan di mana dia". Ia berkata: "Ia telah mengaburkanku tentang perkara itu". 
(Hadis riwayat Muslim)

Dari Muhammad Al-Munkadir ia berkata: "Aku melihat Jabir bin Abdullah bersumpah demi Allah bahwa Ibnu Shaid adalah seorang Dajjal", maka aku bertanya: "Kenapa kamu bersumpah demi Allah?" 
Dia menjawab: "Aku mendengar Umar bersumpah tentang hal itu di hadapan Nabi SAW dan beliau tidak mengingkarinya". 
(Hadis riwayat Muslim)

Dari Abu Hurairah RA: Dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Kiamat tidak akan terjadi sebelum dibangkitkan dajjal-dajjal pendusta yang berjumlah sekitar tiga puluh, semuanya mengaku bahwa ia adalah utusan Allah".
(Hadis riwayat Muslim)