Cari Blog

Memuat...

Jumat, 30 Desember 2011

10 Gangguan Setan Menggoda Dalam Shalat

  1.     .      WAS-WAS SAAT MELAKUKAN TAKBITAUL IHRAM.

    Saat mulai membaca takbiratul ihram ( الله أكبر ), ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum, sehingga ia langsung mengulanginya lagi dengan membaca takbir. Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku'.

    Ibnul Qayyim berkata: "Termasuk tipu daya syaitan yang banyak mengganggu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam shalat". Was-was itu membuat mereka tersiksa dan tidak tenteram.

    2.    TIDAK KONSENTRASI SAAT MEMBACA BACAAN SOLAT.

    Sahabat Rasulullah  صلى الله عليه وسلم , 'Utsman bin Abil 'Ash 
    رضي الله عنه datang kepada beliau dan mengadu: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan telah hadir dalam shalatku dan membuat bacaanku salah".
    Rasulullah  صلى الله عليه وسلم menjawab: "Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah  سبحنحا و تعال . Akupun melakukan hal itu dan Dia menghilangkan gangguan itu dariku"
    (HR. Muslim)

    3.    LUPA JUMLAH RAKAAT YANG TELAH DIKERJAKAN.

    Abu Hurairah رضي الله عنه berkata: "Sesungguhnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah bersabda: "Jika salah seorang dari kalian shalat, syaitan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia telah kerjakan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam".
    (HR Bukhari dan Muslim)

    4.    HADIRNYA PIKIRAN YANG MEMALINGKAN KONSENTRASI.

    Abu Hurairah رضي الله عنه berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: 
    "Apabila dikumandangkan azan shalat, syaitan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara azan tersebut. Apabila muadzin telah selesai azan, ia kembali lagi. Dan jika iqamat dikumandangkan, ia berlari lagi. Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang shalat seraya berkata kepadanya: "Ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat!", sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia shalat". (HR Bukhari)

    5.    TERGESA-GESA UNTUK MENYELESAIKAN SOLAT.

    Ibnul Qayyim 
    berkata: "Sesungguhnya ketergesa-gesaan itu datangnya dari syaitan, karena tergesa-gesa adalah sifat gelabah dan sembrono yang menghalang-halangi seseorang untuk berprilaku hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tergesa-gesa muncul karena dua perilaku buruk, yaitu sembrono dan buru-buru sebelum waktunya".

    Tentu saja bila shalat dalam keadaan tergesa-gesa, maka cara pelaksanaannya asal-asalan saja/asal jadi. Tidak ada ketenangan atau thuma'ninah.

    Pada zaman Rasulullah صلى الله عليه وسلم ada orang shalat dengan tergesa-gesa. Akhirnya beliau memerintahkannya untuk mengulanginya lagi kerana shalat yang telah ia kerjakan belum sah.
    Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda kepadanya: "Apabila kamu shalat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur'an yang mudah bagimu, lalu ruku'lah sampai kamu benar-benar ruku' (thuma'ninah), lalu bangkitlah dari ruku' sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma'ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat shalatmu"
    (HR Bukhari dan Muslim)

    6.    MELAKUKAN GERAKAN-GERAKAN YANG TIDAK PERLU.

    Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud, ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, maka Ibnu Umar segera menegurnya selepas shalat. "Jangan bermain kerikil ketika solat kerana perbuatan tersebut berasal dari syaitan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah صلى الله عليه وسلم ".
    Orang tersebut bertanya: "Apa yang dilakukannya?"
    Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. "Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah صلى الله عليه وسلم ", kata Ibnu Umar.
    (HR Tirmidzi)

    7.    MENENGOK KE KANAN ATAU KE KIRI KETIKA SHALAT.

    Dengan sadar atau tidak, seseorang yang sedang shalat memandang ke kiri atau ke kanan, itulah akibat godaan syaitan penggoda. Kerana itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik yaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak mudah dicuri oleh syaitan.

    Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah  رضي الله عنه , ia berkata: "Saya bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم tentang hukum menengok ketika shalat". Rasulullah صلى الله عليه وسلم menjawab: "Itu adalah curian syaitan atas shalat seorang hamba".
    (HR Bukhari)

    8.    MENGUAP DAN MENGANTUK.

    Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Menguap ketika shalat itu dari syaitan. Kerana itu bila kalian ingin menguap, maka tahanlah sebisa mungkin".
    (HR Thabrani).

    Dalam riwayat lain Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Adapun menguap itu datangnya dari syaitan, maka hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi bisa. Apabila ia berkata ha... bererti syaitan tertawa dalam mulutnya".
    (HR Bukhari dan Muslim)

    9.    BERSIN BERULANG KALI SAAT SOLAT.

    Syaitan ingin mengganggu kekusyukkan shalat dengan bersin, sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas'ud 
    رضي الله عنه: "Menguap dan bersin dalam shalat itu dari syaitan".
    (Riwayat Thabrani).

    Ibnu Hajar menguraikan pernyataan Ibnu Mas'ud رضي الله عنه: "Bersin yang tidak disenangi Allah سبحنحا و تعال adalah yang terjadi dalam shalat, sedangkan bersin di luar solat itu tetap disenangi-Nya. Hal itu tidak lain kerana syetan memang ingin mengganggu shalat seseorang dengan berbagai cara".

    10. TERASA INGIN BUANG ANGIN ATAU BUANG AIR.

    Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya".
    (HR Muslim)

    ~ Wallahu a'lam bisowab ~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.